Selasa, 17 April 2012

Sistem Bilangan Desimal, Heksadesimal, dan Biner



Kali ini kita akan membahas tentang sistem bilangan antara lain, biner, desimal, dan heksadesimal. Selain yang telah disebutkan tadi, sebenarnya masih banyak sistem bilangan lainnya seperti oktal dan seksagesimal.


1 Desimal

Inilah yang paling familiar ditelinga kita karena sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur, mulai dari keadaan sadar hingga tak menyadarinya, kita selalu menggunakannya. Anggota dari bilangan desimal yaitu, tentu saja, angka nol hingga sembilan.

Angka dengan nilai terendah adalah 0 dan yang tertinggi adalah 9. Loh, bukannya 10 ya? Bukan. Karena 10 merupakan kombinasi antara angka 1 dan 0.


2 Heksadesimal

41B0DB

Bagi yang suka memodifikasi (baca: mengobrak-abrik) template blog khususnya yang berhubungan dengan warna pastinya sudah tak asing lagi dengan bilangan yang diatas, dimana ada campuran antara angka dan huruf. Yap, heksadesimal adalah sistem bilangan yang terdiri dari 16 bilangan yaitu angka nol hingga sembilan, dan huruf A hingga F. Nilai terendah adalah 0 dan tertinggi adalah F.

Jika pada desimal bilangan setelah 9 adalah 10, namun tidak bagi heksadesimal. Pada heksadesimal bilangan setelah 9 adalah "A" kemudian "B" dan seterusnya hingga "F".

Salah satu penggunaan sistem bilangan heksadesimal adalah penamaan warna dalam web programming (Lebih lanjut klik disini). Seperti pada contoh diatas, bilangan 41B0DB adalah nama untuk warna biru, yaa~~ walaupun bukan warna biru dasar, tetapi lebih tepatnya warna biru yang digunakan untuk warna tautan sidebar pada blog ini.

Sedikit info, heksadesimal juga digunakan dalam apa yang kita sebut sebagai PIN Blackberry. PIN Blackberry selalu terdiri dari 8 digit bilangan heksadesimal. Itulah sebabnya mengapa huruf pada PIN Blackberry hanya sampai huruf F. Ingat, heksadesimal terdiri dari 0-9 dan A-F.


3 Binner

Binner hanya terdiri dari 2 bilangan yaitu angka 0 dan 1 dengan nilai terendah adalah 0 dan tertinggi adalah 1.

Jika seseorang bertanya pada kamu, "11 ditambah 11 berapa yak?", karena yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari adalah desimal, kamu tentu bisa menjawabnya. Namun bagaimana jika yang ia maksud adalah sistem bilangan binner?

Jika pada desimal 11 + 11 = 22, lain cerita pada biner karena tak ada angka 2 hingga 9, yang ada hanya 0 dan 1. Angka 22 jika dikonversi ke biner sama dengan 10110 (Lebih lanjut klik disini). Itu didapat dari pembagian dari 22 yang dibagi 2 hingga tak dapat dibagi lagi. Jika ada sisa dari hasil pembagian maka diberi nilai satu dan jika tidak nilainya 0 bla..bla..bla...

Hmm.. anda bingung? Sama! Ganti topik sajalah..

Biner digunakan dalam ilmu komputasi. Perlu dicatat bahwa komputer hanya mengerti dua kondisi saja yaitu saat keadaan hidup (bernilai 1) dan mati (bernilai 0). Keadaan hidup disini berarti bahwa pada suatu chip komputer teraliri listrik. Begitu juga sebaliknya, akan dikatakan mati jika tidak teraliri oleh listrik. Itulah sebabnya mengapa komputer pada dasarnya hanya mengenal angka 0 dan 1, itulah biner.


Oh ya, ketika menulis tentang biner hingga sesaat sebelum menulis kalimat ini, saya terpikir untuk menulis "mengapa komputer hanya mengenal dua bilangan yaitu 0 dan 1?". Nah, mungkin saya akan membahasnya namun bukan dalam waktu dekat karena, jujur, saya juga belum begitu mengerti tentang biner. :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...